Sunday, September 15, 2013

7 Keanehan dalam Serial Kartun Captain Tsubasa

"Lari, lari, lari. Tendang dan berlari! Dengan tendangan halilintar dia cetak gol!"

"Dragon screamer, Dragon fever, No Question!"

Ketika mendengar kutipan dari 2 lagu tersebut, kita semua pasti banyak yang tahu kalo itu adalah soundtrack dari serial kartun yang berasal dari negeri sakura, Jepang, yakni Captain Tsubasa. Kartun yang sempat booming di Indonesia pada pertengahan tahun 2000an ini berceritakan tentang seorang anak yang ingin meraih impiannya sebagai pemain terbaik di jepang bahkan di seantero dunia.

Nah, buat yang belom tau apa itu Captain Tsubasa udah gw jelasin tuh. Sekarang yang pengen gw bahasa adalah apa aja sih keanehan-keanehan yang ada di dalam kartun tersebut?

1. Ukuran lapangan yang (kelihatannya) sangat luas
Ini adalah bagian yang paling gw keselin disaat gw nonton nih kartun. Bikin ngantuk sob. Lari dari gawang ke gawang bisa memakan waktu 5-10 menit. Sampe bosen gw liatnya. Dan, pertanyaannya adalah seberapa besarkah luas lapangan tersebut? Apakah sebesar benua afrika? Ini semua masih menjadi misteri

2.Muka pemain kembar tapi beda
Perhatikan gambar berikut ini:


Foto tersebut adalah Hikaru Matsuyama, Jun Mitsugi, dan Taro Misaki. Ya, dalam ceritanya mereka ini bukanlah saudara. Tapi perhatikan wajah-wajah mereka. Nyaris tidak ada perbedaan mutlak. Sebenernya masih ada lagi pemain yang berlabelkan "beda tapi kembar". Namun pemain-pemain tersebut hanyalah pemain "pelengkap". Jadi sulit untuk penulis mencari gambar-gambar yang ingin diminta (gitu).

3. Bola pecah setelah terbentur mistar
Scene ini terjadi pada pertandingan final di kejuaraan nasional tingkat SMP dimana kesebelasan Nankatsu menghadapi kesebelasan Perguruan Toho. Saat itu, tendangan 'macan' khas Kojiro Hyuga menghantam mistar gawang. Lalu apa yang terjadi? Bola yang ditendang tersebut ternyata langsung pecah saudara-saudara. Edan! Gw gabisa ngebayangin itu tendangannya sekeras apaan. Kalo kena kepala, langsung brojol kali (?)

4. Sakit jantung masih tetap bisa main bola
Taukan ini siapa pemain yang dimaksud. Ya, dialah Jun Mitsugi "The Ace of Glass". Oke, kalo menurut gw dia ini salah satu pemain yang kelewat heroik ya. Dan yang lebih heroik lagi adalah si pemain tersebut sangatlah lihai dalam mengolah bola walaupun dia terkena penyakit jantung. Gw saranin nih, kalo lagi mengidap penyakit jantung carilah profesi yang bebannya lebih ringan. Jadi anggota DPR misalnya, yang kerjaannya tidur tapi dapet duit (eh)

5. Tidak mengenal perbedaan bahasa
Nah hal yang ini nih yang paling gw bingungin. Kenapa di semua negara (di luar jepang) memakai bahasa yang sama? Orang Jerman pake Bahasa Jepang, orang Perancis pake Bahasa Jepang, orang Brazil pun demikian. Oke, mungkin ini dibuat supaya pemirsa yang menyaksikan di rumah bisa paham alur cerita di serial kartun ini. Mungkin...mungkin...mungkin

6. Kiper berteknik tingkat dewa
Langsung diliat aja gambar ini gan, maksud dari skill tingkat dewa itu apa :))


7. Aksi akrobatik yang sangat mustahil
Tau dong sama si kembar tachibana? Yang ini loh orangnya


Mereka ini mempunyai teknik akrobatik yang bernama skylet hurricane (maaf jika penulisannya salah). Bagaimana cara kerja teknik ini? Yaitu dengan cara satu orang pemain dengan posisi terlentang dan menaikan kaki. Lalu pemain kedua memijak kaki si pemain yang pertama. Lalu "WHUZZ" si pemain yang kedua akhirnya terbang ke angkasa dan kemudian (kemungkinan besar) menyundul bola yang diumpan dari pemain ketiga. Gimana? Ada yang berminat mencoba melakukan teknik ini? Yang ada kaki lo pada keseleo gara-gara bikin teknik beginian

Nah, itulah 7 keanehan yang ada di dalam serial kartun Captain Tsubasa. Ya namanya juga kartun. Mana ada kartun yang ngga aneh. Tapi walaupun begitu, keanehan inilah yang membuat kartun ini digemari oleh anak-anak pada era-nya

Sekian artikel singkat ini. Wassalam

Sunday, August 25, 2013

Kemeriahan Konser "Perkenalkan Nama Kami JKT48"

Tik...tik...tik suara tetesahujan terdengar dari luar rumah. Gw yang masih belum terbangun dari indahnya mimpi pada waktu itu (ciegitu) tiba-tiba aja terbangun. Dan seperti biasa, aktivitas mainstream pun gw lakukan, mantengin laptop sendokiran. Well, that was a boring life, right?



"Perkenalkan Nama Kami JKT48" (begitulah sebutannya) adalah konser yang dibawakan oleh JKT48 yang dihelat di tenis indoor senayan. Dimana konser itu diadakan selama 2 hari 3 show. Show I diadakan pada malam hari tanggal 3 Juli 2013, show II pada siang hari tanggal 4 Juli 2013, dan show III pada malam di hari yang sama. "Anjir lu nonton 3 show bro?" Gak lah. Gw bukanlah kaum borjuis yang selalu menghambur-hamburkan uang apalagi demi kesenangan sementara (ciegitu [2]). Kan, kata pepatah "segala sesuatu yang berlebihan itu ga baik". Dalam hal ini kalo cuma bisa nonton 1 show, yaudah gausah dipaksa :3

Baiklah kita menuju ke intinya aja. Jadi, pada tanggal 4 Juli 2013 adalahari yang cukup spesial bagi gw, karena untuk pertama kalinya sepanjang sejarah, gw bisa menyaksikan konser besar. Maklum gw bukamaniak musik hhe. Lagipula, gw ngikut nontokonser ini karena terpengaruh sama ajakan temen yang kebetulan wota (sebutauntuk fans JKT48) (padahal bukan) (loh?). Tapi emang personelnya lucu-lucu sih. Apalagi yang namanya....ah sudahlah.

Ringkas aja gan. Sesampainya disana gw agak kaget. Wajar sih, baru nyampe di lokasi aja udah disambut calo. Sialan. Ga deng, sebenernya yang bikin kaget itu adalah begitu antusiasnya fans-fans JKT48 untuk menyaksikan konser ini yang dikunjungi oleh berbagai kalangan. Tua, muda, cewek, cowok, banyak deh pokoknya. Dan saking ramenya, gw bingung sendiri nyari temen-temen gw pada nunggu dimana. Setelah bermenit-menit kemudian ketemu juga. Akhirnya! Ga segerombolan sih sebenernya. Cuma berempat doang (udah termasuk gw). Oh iya, nama manusia-manusia ini adalah Dyva, Ivan, dan Rama (yang satu ini baru kenalan)

J.K.T. Forty Eight!!
Everybody!
A live act never seen before!
Here in world famous Jakarta, Indonesia!
These angels have come down to perform you!
Are you ready?
Are you ready!!
J.K.T. Forty Eight!!
Come on
Are you ready!!



Show pun dimulai. Gw, Rama, dan Ivan berada di kategori festival, sayangnya Dyva berada di tribune samping. Well by the way, gemuruh penonton yang meneriakan chants dan member call membuat bulu kuduk gw naik. Gw yang biasanya jarang meneriakan chants, dengan spontan tiba-tiba melakukan hal itu. Gw sempet berpikir, ternyata kalo nonton konser itu ga kalah meriah sama nontonin timnas tanding. Sama-sama bikin merinding. Dan yang lebih merinding lagi adalah... Kenapa ini nontonnya di paling depan? Di eye-lock terus gini sama si....ah sudahlah [2] untung aja kaga serangan jantung (naon)


Konser yang berjalan selama kurang lebih 2,5 jam itu pun akhirnya selesai. Para penonton mulai keluar dari lokasi dengan tertib. Meriah? Tanpa berpikir panjang gw jawab ya. Kenapa? Karena banyak hal yang berkesan dari konser itu. Apa aja? Banyak sih. Kalo diceritain lagi pasti bakal panjang. Tapi yang paling berkesan sih eye-lock dari oshimen hhe. Dan hal itu masih terngiang di pikiran gw sejak keluar dari lokasi konser sampai sekarang nulis blog ini (yaelah masih aje)

Tidak sampai situ. Selagi gw jalan menuju parkiran, tiba-tiba ada yang manggil gw dimana pada saat yang sama Ivan dan Rama berpamitan terlebih dahulu. Ternyata itu adalah Brian temen gw yang notabene adalah seorang personel dari sebuah band indie. Disusul oleh Prabu, temen Brian yang merupakan personel dari band yang sama. Kemudian Mpas, yang notabene adalah admin salah satu band beraliran pop-punk yang berasal dari Amerika. Iya, mereka-mereka ini sebelumnya juga menonton konser JKT48. Gausah kaget.


Dan wah! Ternyata disini Prabu memainkan berberapa lagu yang akan dia bawakan bertajuk #AWeekASpotErg. Gw masih kurang paham apa itu #AWeekASpotErg. Tapi menurut pengamatan gw ini adalah semacam konser tunggal yang dibawakan oleh Prabu sendiri yang mana digelar di tempat-tempat tertentu sesuai kehendak beliau. Lumayan rame sih. Seru juga. Karena yang nontonin juga wota semua. Lagu yang dibawakan pada gelaran #AWeekASpotErg kala itu beraneka ragam. Mulai dari finch, nofx, dan tentunya lagu 48-related. Masih banyak lagi sih lagu yang dibawain, cuma yang gw tau itu doang pfft. Gelaran ini berlangsung kurang lebih selama 1,5 jam

Nah, sekian cerita singkat dari gw. Iya singkat. Kalo gw cerita lebih detail lagi, kaga bakalan selesai nih tulisan. Kalo mau yang lebih lengkap cari-cari aja di kaskus gitu hhe

Akhir kata. Konser JKT48. #AWeekASpotErg. You were totally awesome. Ayana lucu yaa hhe hhw hhr hhu >.<

Saturday, January 5, 2013

Cara Membedakan Kualitas Jersey Bola


Mungkin ketika kita sedang berada di suatu tempat dengan memakai jersey bersama teman ataupun kerabat, pasti pernah ada yang komentar seperti ini: "Eh, jersey lu KW ya?" Atau seperti ini: "Yah, jersey lu palsu tuh." Bahkan ada yang seperti ini: "Liat nih jersey gw ORI" Yah, kurang lebih seperti itu. Tapi anda semua tau ngga sih perbedaan jersey KW dengan jersey ORI?

Sedikit intermezzo. Dalam sepakbola sebuah jersey atau seragam tim punya peranan penting untuk membedakan sebuah tim dengan tim lawan. Kadang kala sebuah tim memiliki 2 hingga 3 jenis kaos tim dalam satu musim kompetisi. Dua hingga tiga kaos itu biasanya diberi label seragam utama (home), seragam kedua (away), dan seragam ketiga (third). Banyak amat ye nyampe 3 jersey? Mau main bola apa dagang? Itu karena untuk mencegah kedua tim menggunakan warna seragam yang sama.

Kita ambil contoh, pertandingan Juve vs Siena. Bagi penggemar bola pasti sudah tau logo kedua tim ini. Ya, kedua tim ini memiliki logo yang nyaris identik.

 

Dari logonya saja sudah terbayang di dipikiran kita, kalau kedua tim ini pasti menggunakan seragam utama (home) dengan unsur warna yang sama, Hitam dan Putih. Nah, bisa dibayangkan gimana kalau kedua tim tersebut bertanding dengan menggunakan jersey utama. Pasti bingung. Jangankan yang main. Yang menyaksikan pun pasti bingung juga.

Oleh karena itu, dibuat pula seragam kedua (away) sebagai alternatifnya. Biasanya, yang "mengalah" untuk memakai seragam kedua itu tim yang bertandang ke markas tuan rumah. Kalau masih identik juga gimana? Maka tim tuan rumah dianjurkan memakai seragam yang kedua pula. Kalau masih sama juga? Kan masih ada seragam ketiga (third). Kalau masih sama juga? Nggak mungkin. Kecil kemungkinannya untuk kedua kesebelasan bertanding memakai seragam yang identik. Kecuali kalo main FIFA atau PES. Dan menurut gw emang belum pernah terjadi.

Sekian intermezzo-nya, sekarang gw bakal menuju ke intinya. Pertama-tama yang bakal gw bahas adalah jersey atau seragam yang palsu. Ciri yang yang sangat terlihat dari jenis jersey ini adalah tidak adanya brand atau apparel yang tertera pada jersey tersebut. Contoh apparel itu kayak NIKE, Adidas, Puma, Umbro, dan Reebok, dan masih banyak lagi. Jenis jersey ini mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional maupun dipinggir jalan. Sebut saja t*m*n pu**ng. Harganya pun bisa terbilang sangat terjangkau. Kisaran 30-60 ribu rupiah. Kalau anda pandai tawar-menawar, mungkin harganya bisa lebih murah lagi. FYI: gw dulu pernah beli 4 jenis jersey palsu cuma 90 ribu rupiah (yaudahsih). Contoh jersey palsu:


Oke, karena artikel ini sudah terlalu panjang, maka gw bakal ngejelasin sekaligus perbedaan jersey KW dengan jersey ORI. Memang, kalau dilihat dari kejauhan jersey KW memiliki kesamaan dengan jersey ORI, dari logo tim, bahan, warna, maupun apparel-nya. Tapi tahukah anda apa perbedaan mutlaknya? Nih contoh jersey KW & ORI


Pertama-tama tentu dari harganya. Jersey KW (semua jenis: Lokal, Thailand, Hongkong, dll), anda dapat memperolehnya dengan harga sekitar 100-250 ribu rupiah. Sedangkan jersey ORI anda harus merogoh kocek lebih dalam, yaitu sekitar 400-700 ribu rupiah! Dan mungkin ada yang lebih mahal lagi.

Nah, mungkin perbedaan yang di atas bukanlah perbedaan yang mutlak, karena masih ada pedagang "nakal" yang menjual jersey KW dengan harga jersey ORI. Makanya ingat kata orang-orang di era 80'an. Telitilah sebelum membeli.

Sekarang lanjut ke perbedaan yang kedua. Jersey ORI memiliki bahan dari polyester yang lembut, lebih nyaman dipakai, dan serat yang lebih halus. Jangan samakan polyester yang satu ini dengan Polyester Embassy (Azzeekk). Sedangkan Jersey KW cenderung agak tebal dan lebih panas, serta sablonan yang agak kurang rapi dari yang original. "Ah gw pake jersey KW kayaknya adem-adem aja tuh." Tenang, masih ada lagi perbedaannya.

Perbedaan ketiga. Jersey ORI memiliki semacam hologram di tengah-tengah kotak hitam yang bertuliskan nike security. Tulisan dalam hologram ini sangat kecil sehingga perlu penerawangan lebih teliti untuk melihatnya. Sedangkan untuk jersey KW hanya memiliki segaris benang perak ditengah-tengah kotak hitam, dan tanpa hologram. Yang kayak gini nih:


Lanjut, perbedaan lainnya dapat kita lihat pada washing tag/cara pencucian dan logo apparel dibaliknya (logo NIKE). Washing Tag untuk jersey ORI adalah tiga lembar sedangkan jersey KW hanya dua lembar. Contohnya lagi nih:


Logo apparel dibalik washing tag untuk jersey ORI adalah berwarna putih lengkap dengan nomer-nomer. Nomer apa, gw juga kurang tau. Yang jelas bukan nomer telpon apalagi nomer absen. Sedangkan Jersey KW hanya mencantumkan lambang apparel berwarna hitam yang terkesan asal-asalan. Hah, asal-asalan? Situ bikin jersey apa lagi ebtantas. Kayak gini nih contohnya:


Tips tambahan, kalau mau beli jersey ORI belilah di toko-toko resmi, jangan di online shop. Terlalu riskan untuk membeli jersey ORI di online shop karena banyaknya penipuan belakangan ini.

Sekian artikel ini dibuat seadanya, semoga bermanfaat. Wassalam